Nerimo Ing Pandum dan Kesehatan Mental: Belajar Menerima untuk Hidup Lebih Tenang
Kesehatan mental menjadi isu penting di era modern. Tekanan kerja, tuntutan sosial, serta paparan media sosial yang berlebihan membuat banyak orang hidup dalam kecemasan, stres, dan perasaan tidak pernah cukup. Dalam konteks ini, falsafah Jawa nerimo ing pandum menawarkan pendekatan sederhana namun mendalam untuk menjaga kesehatan mental.
Apa Itu Nerimo Ing Pandum dalam Perspektif Psikologis?
Nerimo ing pandum berarti menerima bagian hidup yang diberikan dengan ikhlas. Dari sudut pandang psikologi, sikap ini sejalan dengan konsep acceptance—kemampuan menerima realitas tanpa penolakan berlebihan.
Penerimaan bukan berarti menyerah, melainkan mengakui keadaan apa adanya agar energi mental tidak habis untuk melawan hal-hal yang berada di luar kendali. Individu yang mampu menerima kondisi hidupnya cenderung memiliki tingkat stres lebih rendah dan ketahanan mental yang lebih baik.
Mengurangi Stres dan Kecemasan
Banyak gangguan kesehatan mental berakar dari keinginan mengendalikan segalanya. Ketika realitas tidak sesuai harapan, muncul frustrasi dan kecemasan. Nerimo ing pandum membantu seseorang memahami batas antara usaha dan hasil.
Dengan menerima bahwa tidak semua hal bisa dikendalikan, sistem saraf menjadi lebih tenang. Pikiran tidak terus-menerus berada dalam mode waspada, sehingga risiko stres kronis dan kelelahan mental dapat berkurang.
Melawan Budaya Membandingkan Diri
Media sosial mendorong budaya membandingkan diri yang tidak sehat. Melihat pencapaian orang lain sering memicu perasaan gagal, rendah diri, dan tidak berharga. Sikap nerimo mengajarkan bahwa setiap orang memiliki “pandum” dan garis hidup yang berbeda.
Dalam psikologi, kemampuan menerima diri sendiri (self-acceptance) terbukti berkaitan erat dengan kesejahteraan mental. Orang yang nerimo tidak menolak kenyataan dirinya, tetapi tetap berupaya berkembang tanpa kebencian pada diri sendiri.
Nerimo Bukan Berarti Pasif
Dalam konteks kesehatan mental, nerimo sering disalahartikan sebagai sikap pasrah yang dapat memperburuk keadaan. Padahal, nerimo yang sehat justru mencegah kelelahan emosional akibat ambisi berlebihan.
Prinsipnya sederhana:
- Berusaha dengan sadar
- Menerima hasil dengan lapang dada
- Belajar dari pengalaman tanpa menyalahkan diri secara berlebihan
- Menurunkan tingkat stres dan kecemasan
- Meningkatkan rasa syukur dan kepuasan hidup
- Mengurangi perfeksionisme berlebihan
- Membantu pemulihan emosional setelah kegagalan
- Meningkatkan keseimbangan antara kerja dan kehidupan pribadi
- Refleksi harian – menerima apa yang sudah terjadi tanpa menyalahkan diri
- Membatasi perbandingan sosial – khususnya di media sosial
- Fokus pada proses, bukan hasil – menilai diri dari usaha, bukan hanya pencapaian
- Melatih rasa syukur – menyadari hal kecil yang sudah dimiliki
- Berani meminta bantuan – nerimo juga berarti menerima bahwa manusia bisa membutuhkan orang lain
